TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DI NEGERI SAMBAS

Selasa, 31 Mei 2011

PROFIL STAIN PONTIANAK

SEJARAH STAIN PONTIANAK


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak bermula dengan dibentuknya Yayasan Sadar yang diketuai oleh Bapak A. Muin Sanusi, Walikotamadia pontianak pada saat itu. Selain yayasan, dibentuk pula Dewan Kurator yang pada mulanya diketuai oleh Brigjend Ryacudu, Pangdam XII Tanjungpura. Kemudian, karena mutasi beberapa anggota, pada tahun 1975 diadakan resuffle Dewan Kurator sehingga Brigjend. Kadarusno, Gubernur kalimantan Barat, terpilih sebagai ketua yang baru. Di dalam yayasan dan Dewan Kurator inilah ulama, aparatur Pemerintah Daerah dan masyarakat Kalbar bekerja sama merajut asa, mewujudkan cita-cita agar di daerah ini berdiri sebuah lembaga pendidikan tinggi agama Islam.

Di awal langkahnya, pada bulan Juli 1965, yayasan Sadar mendirikan Fakultas Tarbiyah di pontianak yang kemudian disusul dengan Fakultas Ushuluddin di Singkawang. Setelah berjalan selama 4 (empat) tahun, Fakultas ini bersama-sama dengan Fakultas Ushuluddin Singkawang, dinegerikan dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Agama No. 26 Tahun 1969 tanggal 6 Agustus 1969 sebagai cabang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh KH. Moh. Dahlan selaku Menteri Agama RI pada saat itu. Sebelumnya sekitar awal 1969 berdasarkan dokumen kesepakatan antara yayasan Sadar Pembina Fakultas Tarbiyah pontianak dengan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dikirimkan 3 (tiga) orang dosen dari IAIN Jakarta, yaitu Drs. Ahmad Lujito (Ahli lmu pendidikan), Drs. Mardiyo (Ahli bahasa Arab) dan Drs. Moh. Ardani (Ahli ilmu agama).

Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 93 Tahun 1973 tentang Pemindahan Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah di Singkawang ke Fakultas Tarbiyah di pontianak, maka Fakulutas Ushuludin di Singkawang akan dileburkan ke Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah di pontianak. Surat Keputusan itu ditanda tangani oleh H. A. Mukti Ali selaku Menteri Agama RI pada bulan Oktober 1973.

Setelah berjalan selama 8 (delapan) tahun, status awal sebagai Fakultas Muda Cabang IAIN Jakarta yang hanya dapat menghasilkan Sarjana Muda, kemudian berkembang menjadi Fakultas Madya pada tahun 1982. Ini berarti sejak tahun 1982 lembaga ini sudah memiliki kewenangan untuk menghasilkan sarjana penuh. Bersamaan dengan perkembangan kelembagaan, status fakultas cabang pun berubah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak.

Pada tanggal 1 Desember 1975 Menteri Agama RI mengeluarkan sebuah SK tentang pembentukan Dewan Kurator Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cabang pontianak dengan Brigadir Jenderal Kadarusno (selaku Gubernur Kalbar pada saat itu) sebagai Ketua, Mochommad Barir, SH (selaku Walikota pontianak) sebagai Wakil Ketua dan Drs. H. Moh. Ardani (selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cab. pontianak) sebagai sekretaris. Kemudian ada 12 orang anggota yaitu M. Yusuf Syueb, Dr. H. Soegeng, Drs. Batara Batubara, Moh. Damiri, Chatib Sjarbaini, Ust. H. A. Rani Mahmud, Tan Abdullah, Drs. Tammar Abdul Salam, Drs. Abdul Rasyid, Usman Samad BA, Ir. Said Ja’far dan satu nama yang tidak terbaca lagi di SK tersebut. Dewan Kurator ini menurut SK tersebut berfungsi sebagai dewan penyantun keperluan/kebutuhan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Cabang Pontianak.

Lima belas tahun kemudian, melalui Keputusan Presiden No. 11 tanggal 21 Maret 1997, bertepatan dengan tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H., Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di pontianak, bersama-sama dengan 32 Fakultas Jauh IAIN lainnya di seluruh Indonesia, berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak. Dengan kata lain, STAIN Pontianak beserta STAIN-STAIN lain memperoleh kesempatan untuk mandiri, tidak lagi bergantung kepada IAIN induk.

Independensi yang menjadi konsekuensi dari alih status di atas disambut oleh STAIN Pontianak dengan berbagai kegiatan penataan diri. Penataan ini meliputi penataan organisasi, kurikulum, ketenagaan, dan lain-lain. Sudah barang tentu, penataan infra struktur semacam ini membutuhkan proses waktu. Oleh karena itu, sejak awal STAIN Pontianak sudah menggariskan prinsip dinamisme dan fleksibilitas dalam pengelolaan pendidikannya. Maksud dari penggarisan prinsip ini adalah agar program-program yang dikelola bersifat adaptif, progressive dan yang tak kalah pentingnya adalah market oriented. Oleh karena itu, setelah melalui diskusi intensif dan analisa feasibelitas program, pada tahun akademik 1997/1998 dikembangkan dua disiplin ilmu baru yaitu:

* Dakwah dengan program studi:
1. Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
2. Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
* Syari’ah dengan program studi: Ekonomi Islam.

UNSUR PIMPINAN STAIN PONTIANAK

* Ketua STAIN Pontianak :Drs. Moh. Haitami Salim, M.Ag.
* Pembantu Ketua Bidang Akademik :Drs. H. Fachrul Razi Salim, M.Pd
* Pembantu Ketua Bidang Administrasi Umum :Dra. Hj. Khairawati, M.Pd
* Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan :Drs. H. Hamka Siregar, M.Ag

UNSUR PELAKSANA STAIN PONTIANAK

Jurusan Tarbiyah

* Ketua Jurusan Tarbiyah :Drs. H. Marsih Muhammad, M.Ag
* Sekretaris Jurusan Tarbiyah :Ana Rosilawati, S.Ag, M.Ag
* Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam :Dra. Yusdiana, M.Si
* Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab :Faizal Amin, S.Ag, M.Ag
* Ketua Program Diploma dan Akta :Ma’ruf, S.Ag, M.Ag
* Sekretaris Program Diploma dan Akta :Drs. Mansur
Jurusan Syari'ah

* Ketua Jurusan Syari’ah :Dra. Hj. Wagiyem, M.Ag
* Sekretaris Jurusan Syari’ah :Muhammad Syaifullah, SE, M.Si
* Ketua Program Studi Ekonomi Islam :Ismail Ruslan, S.Ag, M.Si

Jurusan Dakwah

* Ketua Jurusan Dakwah :Drs. Dulhadi, M.Pd
* Sekretaris Jurusan Dakwah :Bambang Slamet Riyadi, S.Ag, M.Ag
* Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam : Ahmad Jais, S.Ag, M.Ag
* Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam :Muh. Gitosaroso, S.Ag, M.Ag
Pusat Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

* Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat: Drs. H. Yapandi, M.Pd
* Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat: Erwin, S.Ag, M.Ag

Bagian Administrasi

* Bagian Administrasi: H. Hamzein Bunsu, S.Pd.I
* Sub Bagian Umum: H. Muhamad Dimyati, S.Sos
* Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan: H. Agustani Mursyid, SH
* Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan: Drs. Sohorman AR

Unsur Penunjang

* Pusat Pengembangan Sumber Belajar: Drs. H. Rustam A., M.Pd
* Sekretaris Pusat Pengembangan Sumber Belajar: Fathan Mun'im, S.Ag, M.Ag
* Unit Peningkatan Mutu Akademik: Drs. Hariansyah, M.Si
* Unit Bahasa: Istiqamah, S.Ag, MA
* Unit Perpustakaan: Fahrizandi, S.Ag, SS
* Unit Komputer: Sumarman, S.Ag
* Balai Praktikum Qira'ah dan Ibadah: Drs. H. M. Salamun, M.Pd (Al-Mahrum)

Unsur Pelengkap
* Dharma Wanita: Sri Rahayu Moh. Haitami Salim
* Ikatan Orang Tua Mahasiswa
* Ikatan Alumni: Drs. Firdaus Achmad
* Pusat Studi Wanita: Drs. Yusdiana, M.Si
* STAIN Pontianak Press: Dr. Hermansyah, S.Ag, M.Ag
* BAPOR: Ismail Ruslan, S.Ag, M.Si
Unit Kegiatan Mahasiswa
* Majelis Perhimpunan Mahasiswa (MPM)
* Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
* Resimen Mahasiswa (Menwa)
* Koperasi Mahasiswa (Kopma)
* Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala)
* Komunitas Santri (Komsan)
* Dewan Racana Putra
* Dewan Racana Putri
* Lembaga Dakwah Kampus Matimsya
* Ray Science
* UKM Olahraga (Bola Volley)
* UKM Olahraga (Sepak Bola)
* HMJ Tarbiyah
* HMJ Syari’ah
* HMJ Dakwah

Daftar Nama Para Pimpinan dan Periode Jabatan



Catur Dharma
  1. Pendidikan dan Pengajaran
  2. Penelitian dan Karya Ilmiah
  3. Pengabdian Masyarakat
  4. Etika

Bendera

STAIN Pontianak memiliki bendera yang terdiri dari unsur-unsur dengan inti pengertian sebagai berikut:

  1. Bendera STAIN berbentuk segi empat panjang, yang lebarnya 2/3 dari panjangnya.
  2. Bendera STAIN berwarna dasar hijau tua, melambangkan perjuangan dalam menegakkan kebenaran dan pembangunan nasional.
  3. Di bagian tengah bendera STAIN ada lambang STAIN.
  4. 4. Di bawah lambang terdapat tulisan STAIN Pontinak.

Hymne

STAIN Pontianak memiliki lagu mars dan hymne yang terdiri dari unsur-unsur dengan inti pengertian sebagai berikut:
  1. Mars STAIN merupakan lagu bernada sedang (bariton), tinggi (sopran) dan rendah (bas)berkombinasi, bertempo agung, tenang dan optimis, berjiwa Pancasila, dan mencerminkan cita-cita STAIN.
  2. Hymne STAIN merupakan lagu bernada sedang (bariton), bertempo lembut, berwibawa dan mengandung makna pujian, berjiwa Pancasila dan mencerminkan cita-cita STAIN.

Busana Akademik

STAIN Pontianak memiliki busana akademik yang terdiri dari unsur-unsur dengan inti pengertian sebagai berikut:
  1. Busana akademik di lingkungan STAIN terdiri atas toga jabatan dan toga wisudawan.
  2. Toga jabatan adalah jubah yang dikenakan oleh Ketua, Pembantu Ketua dan anggota Senat.
  3. Toga jabatan dikenakan pada upacara-upacara akademik, yakni upacara dies natalis, wisuda sarjana, pengukuhan guru besar dan promosi doktor kehormatan.
  4. Toga jabatan terbut dari bahan atau kain wool polos yang berwarna hitam, berukuran besar sampai ke bawah lutut, dengan bentuk lengan panjang melebar ke arah pergelangan tangan. Pada pergelangan tangan dilapisi bahan beludru berwarna hitam selebar kurang lebih 12 cm. Pada bagian atas lengan sebelah luar dan pada bagian punggung toga terdapat lipatan-lipatan plooi). Leher toga dan sepanjang garis pembuka dilapisi bludru dengan warna: biru tua untuk toga ketua dan pembantu ketua, kuning emas untuk Guru Besar dan untuk toga jabatan lainnya disesuaikan dengan warna masing-masing jurusan.
  5. Toga jabatan dilengkapi dengan topi jabatan dan kalung jabatan:* Topi jabatan adalah penutup kepala terbuat dari bahan berwarna hitam, berbentuk segi lima, sisi masing-masing 20 cm. Di tengahnya terdapat hiasan kuncir lilitan benang berwarna sesuai dengan leher/garis pembuka toga (warna biru tua, kuning emas atau warna jurusan).* Kalung jabatan ketua dikenakan di atas toga jabatan, berbentuk rangkaian lambang STAIN terbuat dari logas tipis berwarna kuning emas.* Kalung jabatan Pembantu Ketua, terbuat dari bahan yang sama tetapi dalam ukuran yang lebih kecil dan berwarna putih perak.* Kalung jabatan Guru Besar terbuat dari pita selebar 10 cm berwarna lambang jurusannya. Kedua ujung pita kalung jabatan dipertemukan dengan lambang STAIN yang terbuat dari bulatan logam tipis bergaris tengah 10 cm, berwarna kuning emas.
  6. Toga wisudawan adalah jubah yang digunakan pada upacara wisuda oleh para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di lingkungan STAIN baik program sarjana maupun program profesional.
  7. Toga wisudawan terbuat dari kain berwarna hitam, ukuran besar dan panjang sampai ke bawah lutut, lengan panjang dan merata, ada lipatan (plooi) pada lengan atas dan punggung toga. Tampak (bagian) belakang toga wisudawan berbeda pada lebar antara jenjang studi: sarjana persegi empat dan program profesinal berbentuk bundar.
  8. Kelengkapan toga bagi wisudawan adalah topi wisudawan yang berbentuk, ukuran dan warnanya sama dengan topi jabatan. Hiasan kuncir wisudawan sesuai dengan warna dasar lambang jurusan/programnya.
  9. Busana mahasiswa STAIN harus mencerminkan busana yang Islami.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Komentar Anda
Thank you for your comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Masukkan Blog/ Web Anda Di sini Kemudian Komentar di Menu Blogger Sahabat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More