TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DI NEGERI SAMBAS

Sabtu, 13 Agustus 2011

MENGAPA KITA DI WAJIBKAN SHALAT 5 KALI SATU HARI SATU MALAM

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, coba kita pahami penjelasan di bawah ini!!




Waktu-waktu shalat mengikuti posisi matahari di tempat kita berada. Pada hari yang sama, waktu shalat subuh di Jakarta berbeda hampir satu jam dengan waktu shalat subuh di aceh. Misalnya, pada bulan November, waktu shalat shubuh di Jakarta mulai sekitar pukul 04.12 WIB, sedangkan di Banda Aceh mulai sekitar pukul 05.15 WIB. Jakarta terletak lebih Timur dan sesuai dengan arah perputaran bumi, maka waktu munculnya cahaya fajar di Jakarta lebih dulu daripada Banda Aceh.
Karena posisi poros bumi yang miring, maka walaupun pada tempat yang sama, waktu terbit matahari akan berbeda dari bulan ke bulan sepanjang tahun. Hal ini berarti, pada tempat yang sama, waktu shalat juga akan berbeda sepanjang tahun. Awal waktu shubuh di Jakarta bulan Juli, berbeda sekitar 40 menit dengan awal waktu shubuh di Jakarta pada bulan November. Pada bulan November, waktu shubuh mulai sekitar pukul 04.12 WIB sedsangkan bulan Juli mulai sekitar pukul 04.52 WIB.
Perbedaan waktu shalat akan semakin besar untuk kota-kota di belahan bumi yang bergaris lintang tinggi, baik di belahan utara maupun belahan selatan. Kalau kita tinggal di London, maka waktu shalat shubuh pada bulan Juni adalah sekitar pukul 02.26 WIB, sedangkan pada bulan Desember adalah sekitar pukul 06.03 WIB. Perbedaannya sekitar 3,5 jam.
Begitu juga waktu shalat lainnya, yaitu shalat zuhur, asar, magrib dan isya. Waktunya adalah tergantung posisi matahari di masing-masing tempat, dan dengan ham yang berbeda-beda sepanjang tahun.
Waktu shalat di berbagai belahan bumi ini, yang didasarkan pada posisi matahari, sama sekali bukan bertujuan untuk menyembah matahari. Akan tetapi, lebih dikarenakan bahwa pada saat itu terjadi perubahan lingkungan yang dapat berdampak pada manusia.
Posisi matahari inilah yang setiap hari menyebabkan terjadinya perubahan cahaya, perubahan radiasi, serta perubahan suhu dan tekanan udara di setiap tempat. Dan, semua perubahan lingkungan ini akan mempengaruhi kebugaran, kecerdasan, dan kecerian kita.
Dengan demikian, waktu-waktu shalat adalah waktu bagi manusia untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan harian, yaitu sebagai berikut:
1.      Saat terjadi perubahan cahaya dari gelap ke terang, makan adaptasi dilakukan melalui ritual shalat shubuh
2.      Saat terjadi penurunan radiasi, maka adaptasi dilakukan melalui ritual shalat zuhur
3.      Saat terjadi suhu yang tinggi, maka adaptasi dilakukan melalui shalat asar
4.      Saat terjadi perubahan cahaya dari terang ke gelap, maka adaptasi dilakukan melalui ritual shalat maghrib
5.      Saat otak mulai terpengaruh net radiasi negatif, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat isya.

Untuk menjawab pertanyaan di atas adalah karena kelima waktu itu adalah titik kritis dampak lingkungan terhadap tubuh manusia. subhanallah ya Allah, Engkau adalah segalanya yang membuat perintah  (manfaatnya untuk kami) dan larangan (akibatnya pada kami juga)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Komentar Anda
Thank you for your comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Masukkan Blog/ Web Anda Di sini Kemudian Komentar di Menu Blogger Sahabat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More