TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DI NEGERI SAMBAS

Kamis, 24 November 2011

CERITA MOTIVASI TERBAIK

Ada satu cerita tentang orang Singapura yang bernama Adam Khoo. Pada umur 26 tahun dia mempunyai empat bisnis yang beromzet US$ 20 juta. Ketika umur 12 tahun Adam di cap sebagai orang yang malas, bodoh, agak terbelakang dan tidak ada harapan. Ketika masuk SD, dia benci membaca; maunya hanya main game computer dan nonton TV. Karena tidak belajar, banyak nila G yang membuat dia semakin benci kepada gurunya; benci belajar, bahkan juga benci terhadap sekolah. Saat duduk di kelas 3 dia dikeluarkan dari sekolah, dan pindah ke sekolah yang lain. Ketika mau masuk SMP, dia ditolak 6 sekolah, dan akhirnya masuk sekolah yang terjelek. Di sekolah yang begitu banyak orang bodohnya dan tidak diterima di sekolah yang baik itu, Adam Khoo menduduki perangkat 10 terbawah orang tuanya panik dan mengirim kebanyak les, tapi hal itu tidak menolong sama sekali. Di sebuah sekolah dengan nilai 0 – 100, rata-rata nilainya adalah 40. Bahkan guru matematikanya pernah mengundang ibunya dan bertanya, “kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan sola kelas 4 SD?”

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen program yang diajar oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Acelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa. Ditujukan oleh Ernest Wong bahwa semua orang bisa menjadi genius dan menjadi pemimpin walaupun awalnya goblok sekalipun. Dikatakan oleh Ernest Wong, “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap negative”. Kata-kata ini mempengaruhi Adam Khoo. Di akhirnya memiliki keyakinan bahwa kalau ada orang yang bisa mendapatkan nilai A, dia juga bisa. Selama ini Adam Khoo bodoh, karena dia masih muda, naïf, dan menerima sepenuh hati kata-kata orang lain negative.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan targetnya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk ke Victoria Junior College (SMA terbaik di singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore dan menjadi murid terbaik di sana.

Ketika kembali ke sekolah, Adam Khoo langsung take action dengan menempel kata-kata motivasional yang dia gambar sendiri dan belajar menggunakan cara belajar yang benar (yang selama ini tidak diajarkan di sekolah mana pun), menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori, ketika Adam Khoo ditanyai oleh gurunya, dia bisa menjawab dengan tepat.

Ketika teman-teman dan gurunya bertanya apa yang akan dia raih, di jawab oleh Adam Khoo bahwa dia akan menjadi rangking No. 1 di sekolahnya, masuk Victoria Junior College dan National University og Singapore. Semua orang menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National of Singapore. Bukannya jadi loyo karena ditertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impiannya dan mengubah sejarah.

Dalam waktu tiga bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari rangking terbawah dia menduduki rangking 18. Dan ketika lulus SMP, dia menduduki rangking 1 dengan Nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulan untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia diterima di National University of Singapore (NUS) dan karena di Universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 1% mahasiswa yang dianggap jenius.

Bagaimana seorang tadinya dianggap bodoh, agak terbelakang, dan tidak punya harapan, serta menduduki rangking terndah di kelasnya bisa berubah, menjadi juara kelas dan dianggap genius? Nah, Anda sudah tau apa yang dikata oleh Ernest Wong, “YANG MENGHAMBAT KITA ADALAH KEYAKINAN YANG SALAH DAN SIKAP YANG NEGATIVE.” Kesuksesan Adam Khoo pertama datang dari perubahan keyakinan yang salah menjadi keyakinan yang tepat (dari keyakinan “Saya Bodoh, Lulus Saja Susah” Menjadi “Kalau Orang Lain Bisa Mendapatkan A, Saya Juga Bisa!”).

Kunci suksesnya yang kedua adalah bahwa dia mempunyai tujuan yang mantap (“Nilai saya harus A semua, Juara I, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi terbaik di sana”).

Kunci suksesnya yang ketiga ialah bahwa dia mempunyai alasan yang sangat kuat. Dia bahkan mengucapkan public Commitment di depan teman-teman, bicara di depan kelas dan ditertawakan. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa; sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa.

Kunci susksesnya yang keempat adalah bahwa dia mempunyai strategi yang tepat untuk belajar. Dia menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belahan otak, dan menggunakan teknik super memori.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Komentar Anda
Thank you for your comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Masukkan Blog/ Web Anda Di sini Kemudian Komentar di Menu Blogger Sahabat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More