Arsip Sambas, Berita Sambas, Cerita Sambas, Computer, Download all free software Lagu Sambas, Obyek Wisata Sambas, Pendidikan, Peristiwa Sambas, Sejarah Kerajaan Sambas, Sambas, Tips and Trick, Dan Tragedi Sambas.
Besok dan Lusa adalah hari yang ditunggu-tunggu para yang punya hoby beribadah kepada Allah SWT, Mengapa? Karena besok adalah tanggal 9 Muharram dan lusa adalah tanggal 10 Muharram 1433 H, menurut hadits Nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 9 – 10 Muharram, maka ia seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 2 tahun, dan siapa pun yang mengingatkan orang lain hal ini, ia seolah-olah telah melakukan ibadah selama 80 tahun".
Maka berlomba-lomba lah kita semua untuk beribadah kepada Allah SWT, supaya nantinya ada bekal kita di akhirat nanti.
Pada suatu hari Rasulullah saw. Berbekam, yaitu mengeluarkan darah kotor dari kepalanya. Beliau saw. Menyuruh Ibnu Zubair r.a untuk membuang darah kotor tersebut. Lalu Ibnu Zubair r. a. untuk membuang darah kotor tersebut. Lalu Ibnu Zubair r.a. pergi membawa darah itu, tetapi justru dia meminumnya. Rasulullah SAW, bertanya kepada Ibnu Zubair r.a., “Di kemananakan darahnya?” “Sudah saya minum” jawabnya. Rasulullah saw. Bersabda, “Orang yang di dalam tubuhnya mengalir darahku, makan dia tidak akan disentuh api neraka. Tetapi walau bagaimanapun engkau akan membunuh orang ataupun orang itu akan membunuhmu.”
Pelajaran yang dapat diambil dari kisah di atas!
Segala seeuaty yang keluar dari tubuh Rasulullah saw adalah suci. Oleh karena itu, perbuatan Ibnu Zubair r.a tersebut bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Sabda Rasulullah saw, di atas menunjukkan kebinasaan yang akan menimpa Ibnu Zubair r.a.
Para ulama telah mengatakan, walaupun seseorang memiliki pangkat dan jabatan yang tinggi suatu saat nanti pasti semua itu akan lenyap. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw. Ketika Ibnu Zubair r.a lahir, yang menyatakan beberapa petunjuk, di antaranya bahwa dia diibaratkan seekor domba yang dikelilingi sekelompok harimau yang berbulu domba. Dan bin Zubair r.a melawan Yazid bin Abdul Malik. Dalam pertempuran tersebut, Ibnu Zubair r.a mati syahid.
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, coba kita pahami penjelasan di bawah ini!!
Waktu-waktu shalat mengikuti posisi matahari di tempat kita berada. Pada hari yang sama, waktu shalat subuh di Jakarta berbeda hampir satu jam dengan waktu shalat subuh di aceh. Misalnya, pada bulan November, waktu shalat shubuh di Jakarta mulai sekitar pukul 04.12 WIB, sedangkan di Banda Aceh mulai sekitar pukul 05.15 WIB. Jakarta terletak lebih Timur dan sesuai dengan arah perputaran bumi, maka waktu munculnya cahaya fajar di Jakarta lebih dulu daripada Banda Aceh.
Karena posisi poros bumi yang miring, maka walaupun pada tempat yang sama, waktu terbit matahari akan berbeda dari bulan ke bulan sepanjang tahun. Hal ini berarti, pada tempat yang sama, waktu shalat juga akan berbeda sepanjang tahun. Awal waktu shubuh di Jakarta bulan Juli, berbeda sekitar 40 menit dengan awal waktu shubuh di Jakarta pada bulan November. Pada bulan November, waktu shubuh mulai sekitar pukul 04.12 WIB sedsangkan bulan Juli mulai sekitar pukul 04.52 WIB.
Perbedaan waktu shalat akan semakin besar untuk kota-kota di belahan bumi yang bergaris lintang tinggi, baik di belahan utara maupun belahan selatan. Kalau kita tinggal di London, maka waktu shalat shubuh pada bulan Juni adalah sekitar pukul 02.26 WIB, sedangkan pada bulan Desember adalah sekitar pukul 06.03 WIB. Perbedaannya sekitar 3,5 jam.
Begitu juga waktu shalat lainnya, yaitu shalat zuhur, asar, magrib dan isya. Waktunya adalah tergantung posisi matahari di masing-masing tempat, dan dengan ham yang berbeda-beda sepanjang tahun.
Waktu shalat di berbagai belahan bumi ini, yang didasarkan pada posisi matahari, sama sekali bukan bertujuan untuk menyembah matahari. Akan tetapi, lebih dikarenakan bahwa pada saat itu terjadi perubahan lingkungan yang dapat berdampak pada manusia.
Posisi matahari inilah yang setiap hari menyebabkan terjadinya perubahan cahaya, perubahan radiasi, serta perubahan suhu dan tekanan udara di setiap tempat. Dan, semua perubahan lingkungan ini akan mempengaruhi kebugaran, kecerdasan, dan kecerian kita.
Dengan demikian, waktu-waktu shalat adalah waktu bagi manusia untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan harian, yaitu sebagai berikut:
1.Saat terjadi perubahan cahaya dari gelap ke terang, makan adaptasi dilakukan melalui ritual shalat shubuh
2.Saat terjadi penurunan radiasi, maka adaptasi dilakukan melalui ritual shalat zuhur
3.Saat terjadi suhu yang tinggi, maka adaptasi dilakukan melalui shalat asar
4.Saat terjadi perubahan cahaya dari terang ke gelap, maka adaptasi dilakukan melalui ritual shalat maghrib
5.Saat otak mulai terpengaruh net radiasi negatif, maka dilakukan adaptasi melalui ritual shalat isya.
Untuk menjawab pertanyaan di atas adalah karena kelima waktu itu adalah titik kritis dampak lingkungan terhadap tubuh manusia. subhanallah ya Allah, Engkau adalah segalanya yang membuat perintah (manfaatnya untuk kami) dan larangan (akibatnya pada kami juga)
Mawardi Labay El-Sulthani daslam bukunya yang berjudul "Setan Berjasa", menulis bahwa kata setan itu sebenarwnya berasala dsari kata syatan, ay ba'du yang artinya jauh kedurhakaanna, jauh dari tabiat kemanusiaan, jauh dari batas kewajaran.
Sementara Amran Kasimin, dalam bukunya yang berjudul jin, Setan dan Iblis: menurut Al-Qur'an dan sunnah mengatakan bahwa kata setan itu sebenarnya dalam Bahasa Arab merujuk kepada sesuatu yang sombong dasn terusir.
Dapat dimaklumi, jika kata terusir di sini dikaitkan dengan keberadaan Iblis yang terusir dasri surga dikarenakan membangkang pada perintah Allah untuk sujud kepada Adam as. Dalam hal ini, karena ada pendapat yang mengatakan bahwa setan itu asalnya makhluk yang menyembah Allah dan tinggal di langit besama-sama malaikat dan masuk surga. Kemudian ia ingkar akan perintah Allah ketika disuruh sujud kepada Adam as.