TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA DI NEGERI SAMBAS
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

PENGERTIAN MAPENDA

Istilah MAPENDA ini rasanya tidak asing lagi bagi kalangan guru dan kalangan yang bernaung di Departemen Agama. Akan tetapi saking seringnya mengucapkan istilah MAPENDA, jadi lupa akan arti/ pengertian dari istilah MAPENDA. Jadi, saya berharap mudah-mudahan postingan ini berguna.. MAPENDA adalah Madrasah dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Dasar.

Sabtu, 10 Maret 2012

DOWNLOAD SEPULUH KEMAMPUAN DASAR GURU

MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN

   1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
   2. Berperan dalam masyarakat sebagai warga negara yang berjiwa Pancasila
   3. Mengembangkan sifat-sifat terpuji yang dipersayaratkan bagi jabatan guru

MENGUASAI LANDASAN PENDIDIKAN

   1. Mengenal tujuan pendidikan untuk pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional
   2. Mengenal sekolah dalam masyarakat
   3. Mengenal prinsip-prinsip psikologi Pendidikan yang dapat dimanfaatkan pendidkan dalam PBM

MENGUASAI BAHAN PENGAJARAN

   1. Menguasai bahan pengajaran kurikulum
   2. Menguasai bahan pengajaran

MENYUSUN PROGRAM PENGAJARAN

   1. Menetapkan tujuan pembelajaran kurikulum
   2. Memilih dan mengembangkan bahan pengajaran
   3. Memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar
   4. Memilih dan mengembangkan media pembelajaran yang sesuai
   5. Memilih dan memanfaatkan sumber belajar

MELAKSANAKAN PROGRAM PENGAJARAN

   1. Menciptakan iklim belajar mengajar yang sehat
   2. Mengatur ruang beajar
   3. Mengelola interaksi belajar mengajar
   4. Memilih dan memanfaatkan sumber belajar

MENILAI HASIL DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG TELAH DILAKSANAKAN

   1. Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran
   2. Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan

MENYELENGGARAKAN PROGRAM BIMBINGAN

   1. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan belajar
   2. Membimbing siswa yang kelainan dan berbakat khusus
   3. Membimbing siswa untuk menghargai pekerjaan di masyarakat

MENYELENGGARAKAN ADMINISTRASI SEKOLAH

   1. Mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah
   2. Melaksanakan kegiatan administrasi sekolah

BERINTERAKSI DENGAN SEJAWAT DAN MASYARAKAT

   1. Berinteraksi dengan sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesioanal
   2. Berinteraksi dengan masyarakat untuk penuaian misi sekolah

MENYELENGGARAKAN PENELITIAN SEDERHANA UNTUK KEPERLUAN PENGAJARAN

   1. Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah
   2. Melaksanakan Penelitian sederhana

Jumat, 02 Maret 2012

15 PENYAKIT GURU

WASPADA LIMA BELAS PENYAKIT YANG RENTAN DI DERITA OLEH GURU

  1. TIPUS                  : TIDAK PUNYA SELERA
  2. MUAL                 : MUTU AMAT LEMAH
  3. KUDIS                : KURANG DISIPLIN
  4. KUTIL                : KURANG TELITI
  5. KURAP              : KURANG RAPIH
  6. KUMAN            : KURANG IMAN DAN KURANG AMANAH
  7. BISUL                : BISANYA CUMA USUL (TIDAK DITERAPKAN)
  8. ASMA                : ASAL MASUK KELAS
  9. KUSTA              : KURANG STRATEGI
  10. TBC                   : TIDAK BISA COMPUTER
  11. KRAM               : KURANG TRAMPIL
  12. ASAM URAT    : ASAL SAMPAIKAN MATERI URUTAN KURANG AKURAT
  13. LESU                 : LEMAH SUMBER
  14. DIARE               : DI KELAS, ANAK-ANAK REMEHKAN
  15. GUNJAL            : GAJINYA NIHIL JARANG AKTIF DAN LAMBAT

Kamis, 01 Maret 2012

SELEKSI OOS (OLIMPIADE, OLAH RAGA DAN SENI) KEC. TEBAS

Seleksi Pekan Olimpiade Olah Raga dan Seni Kec. Tebas yang bertempat di SDN 24 Sungai Kelambu Mulai dari tanggal 1 - 3 Maret cukup meriah, hal ini terlihat dari peserta-peserta OOS tersebut dan juga masyarakat yang ikut menyaksikan acara tersebut.

Sabtu, 19 November 2011

SEMBILAN PRINSIP DALAM GENIUS LEARNING

Yang Pertama:
Otak akan berkembang dengan maksimal dalam lingkungan yang kaya akan stimulus multi sensori dan tantangan berpikir. Lingkungan  demikian akan menghasilkan jumlah koneksi yang lebih besar di antara sel-sel otak.

Yang Kedua:
Besarnya pengharapan/ekspektasi berbanding lurus dengan hasil yang dicapai. Otak selalu berusaha mencari dan menciptakan arti dari suatu pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung pada level pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Motivasi akan meningkat saat murid menetapkan tujuan pembelajaran yang positif dan bersifat pribadi.

Yang Ketiga:
Lingkungan belajar yang ‘’aman’’ adalah lingkungan belajar yang memberikan tantangan tinggi namun dengan tingkat ancaman yang rendah. Dalam kondisi ini otak neo-cortex dapat di akses dengan maksimal sehingga proses berpikir dapat dijalankan dengan maksimal.

Yang Keempat:
Otak sangat membutuhkan umpan balik yang bersifat segera dan mempunyai banyak pilihan.

Yang Kelima:
Musik membantu proses pembelajaran dengan tiga cara. Pertama, musik membantu untuk men-charge otak. Kedua, musik membantu merilekskan otak sehingga otak siap untuk belajar. Dan ketiga, musik dapat digunakan untuk membawa informasi yang ingin dimasukkan ke dalam memori.

Yang Keenam:
Ada berbagai alur dan jenis memori yang berbeda yang ada pada otak kita. Dengan menggunakan teknik dan strategi yang khusus, kemampuan untuk mengingat dapat ditingkatkan.

Yang Ketujuh:
Kondisi fisik dan emosi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Untuk bisa mencapai hasil pembelajaran secara maksimal, kedua kondisi ini, yaitu kondisi fisik dan kondisi emosi, harus benar-benar diperhatikan.

Yang Kedelapan:
Setiap otak adalah unik dengan kapasitas pengembangan yang berbeda berdasarkan pada pengalaman pribadi. Ada beberapa jenis kecerdasan. Kecerdasan dapat dikembangkan dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang sesuai.

Yang Terakhir:
Walaupun terdapat perbedaan fungsi antara otak kiri dan otak kanan, namun kedua belah hemisfer ini bisa bekerja sama dalam mengolah suatu informasi.

Senin, 17 Oktober 2011

ROMANTISME BAHASA ARAB

Dilihat dari judul postingannya sepertinya tema percintaan...akan tetapi postingan kali ini bertemakan tentang mengangkat kembali Bahasa Arab di Dunia Internasional. Kebetulan juga saat ini saya diberikan tanggung jawab untuk mengajar Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sebebal dari kelas IV - V dan VI, dan alhamdulillah ternyata belajar Bahasa Arab sangat Romantis.
Kita Tinggalkan Bacaan di atas, kemudian simak catatan di bawah ini!

    Sejarah mencatat bahwa bahasa Arab sempat nongkrong di puncak tangga peradaban Islam. pemandangan yang terjadi di Andalusia misalnya, menunjukkan betapa bahasa Arab mampu ‘’memikat’’ berbagai kelompok penduduk dan lapisan sosial.
    Bahkan salah satu sumber menyebutkan, keberadaannya mampu menggeser peran bahasa lokal dan menembus batas-batas keagamaan. Sebagaimana yang terjadi di Andalusia. Satu prestasi yang biasa tentunya.
     Tapi itu dulu, kala Islam berada di puncak tangga peradabannya semasa dinasti Umawiyah Timur, yang berpusat di Damaskus, dan begitu juga pada masa Umawiyah barat, yang berpusat di Andalusia.
     Kini, pemandangan seperti sedia kala itu nyaris sirna. Umat Islam sepertinya harus rela menelan ‘’pil pahit’’ atas keunggulan bahasa-bahasa dunia yang ada. Sebut saja bahasa Inggris misalnya, yang seperti kita ketahui hingga kini kehadirannya. Mampu bertahan pada posisinya sebagai bahasa internasional pertama.
      Dalam konteks kekinian, pemandangan demikian tentu saja cukup mencengangkan. Bagi umat Islam, bahkan bagi masyarakat dunia. Betapa tidak, jangankan menjadi bahasa internasional pertama, kehadirannya {bahasa Arab} pun terkadang dipandang sebelah mata.

            POLITEK ARABISME 

      Satu pertanyaan yang menarik untuk dijadikan pengalaman historis yang tentu saja menarik bagi kita adalah mengapa bahasa Arab {kala itu] begitu melecit sehingga mampu memikat berbagai kelompok penduduk dan lapisan sosial?
     Dalam konteks ini, politik ARABISME menjadi penting untuk dikemukakan. Sebab sejarah menunjukkan, melangit nya bahasa Arab dan perilaku untuk ’’menjadi  Arab’’ tidak lepas dari peran para penguasa daulah ini {umawiyah} yang mempersatukan masyarakat melalui satu ‘’mediasi politik’’, yang dikenal dengan politik Arabisme.
       Politik Arabisme? Ya. Setidaknya sinyal-sinyal ke arah itu dapat terbaca dengan jelas. Keharusan untuk membuat akte kelahiran misalnya. Daulah ini memberlakukan satu kebijakan di mana  anak-anak Arab yang lahir di daerah-daerah penaklukan diharuskan untuk membuat akte kelahiran pada semua kantor catatan kelahiran masyarakat Arab.
       Dari titik ini dapat dibaca betapa nantinya keaslian keaslian identitas mereka sebagai masyarakat Arab tidak hilang,. Pada gilirannya bahasa Arab mampu menembus menjadi bahasa resmi dari daulah ini {umawiyah}. Dan, keharusan semua penduduk daerah Islam untuk berbahasa Arab pun berjalan mulus.
       Tidak hanya itu, segala peraturan negara yang berbahasa Romawi atau Persia tidak segan-segan harus disalin ke bahasa Arab. Bahkan adat istiadat dan sikap mereka diharuskan menjadi Arab.
      Terkait dengan politik Arabisma ini adalah homogenitas masyarakat pada masa umawiyah. Sebab, dalam perkembangannya kemudian, ia {homogenitas masyarakat} menjadi titik tolak dari  penguasa daulah ini untuk menerapkan politik arabisme nya.
      Pertanyaannya kemudian, bagaimana homogenitas masyarakat {waktu itu} bisa terbentuk? Seperti diketahui, keanggotaan masyarakat dalam pemerintahan Islam sejak jaman Nabi cenderung dibatasi pada pengertian yang berdasarkan pada keagamaan {religius}. Dalam ranah yang lebih dekat lagi, ranah politik model struktur masyarakat Islam secara garis besar terdiri muslim dan non muslim.
      Orang-orang Islam sendiri sebagai penduduk mayoritas dapat dibedakan menurut dua kriteria. Kriteria pertama menjurus kepada hal-hal yang praktis dan sering kali diterapkan pada kelompok, seperti pelaksanaan ibadah shalat dan pembayaran zakat, sedangkan kriteria kedua, tampaknya berupa suatu tindakan pengabdian pada masyarakat yang sifatnya lebih personal {individual}.
      Sebagai tambahan atas kriteria ini, pada periode umawiyah syarat keanggotaan masyarakat harus berasal dari orang Arab, sedangkan orang-orang non Arab setelah menjadi muslim harus mau menjadi pendukung {mawali} bangsa Arab. Dengan demikian masyarakat muslim pada masa umawiyah terdiri dari dua kelompok, Arab dan Mawali.
     Adapun orang non muslim yang merupakan minoritas yang dilindungi, atau secara kolektif dikenal sebagai Ahl adz-Dzimmah  {orang-orang dzimmi}, orang-orang yang dijaga keselamatannya {al-mus’min} terutama yahudi dan Kristen. Kebiasaan melindungi orang-orang dzimmi ini bisa berjalan baik karena di kalangan orang-orang Arab pra Islam terdapat suatu kebiasaan untuk melindungi orang lain sebagai sikap yang dihormati.
      Bagaimana pun posisi mereka {orang-orang dzimmi} dalam kenyataannya selalu dianggap sebagai negara kelas dua, dan keberadaan mereka selalu didorong agar menjadi muslim. Tindakan kaum muslimin melalui dakwah atau politik akhirnya banyak membawa orang-orang dzimmi itu untuk berpindah agama karena mereka ingin tetap bertahan di negara Islam. Hal ini sangat menguntungkan orang-orang Islam dalam membentuk mayoritas yang lebih luas.
     Perkembangan bahasa Arab yang lebih ‘’hidup’’ terjadi di Andalusia. Sedemikian hidupnya perkembangan bahasa Arab itu, sampai-sampai orang Spanyol  telah meninggalkan bahasa latin, bahkan setiap cendikiawan muda hanya mengetahui dan memahami bahasa Arab.
      Dalam perkembangannya kemudian, tepatnya pada permulaan abad lX M bahasa Arab sudah menjadi bahasa resmi di Andalusia. Pada waktu itu seorang Pendeta dari Sevilla menerjemahkan Taurat ke dalam bahasa Arab, karena hanya bahasa Arab yang dapat di mengerti oleh murid-muridnya untuk memahami kitab suci agama mereka.
     Pemandangan serupa juga terlihat di Cordova dan Toledo sampai Alfonso Vl menguasai Toledo pada tahun 1065 M. menurut Al-Syiba’I tidak jarang dari penduduk setempat yang beragama Nasrani lebih fasih berbahasa Arab daripada sebagian orang Arab sendiri.
      Adalah Ali-al-Qali disebut-sebut sebagai tokoh besar yang punya jasa besar atas perkembangan bahasa Arab di Andalusia. Ia dibesarkan dan menimba ilmu hadist, bahasa, sastra, nahwu dan sharf dari ulama-ulama terkenal di Baghdad. Pada tahun 330/941 ia tiba di Cordova atas undangan al-Nashir, lalu ia menetap di sana dan mengembangkan ilmu nya sampai ia wafat tahun 358/969. Ia banyak meninggalkan karya tulis yang bernilai tinggi, yang terkenal di antara nya adalah Al-Amali dan al-Nawadir.  Wallahua’lam……………

                                             Da….da…..da…..da…..da……da… 
           

Senin, 25 Juli 2011

BAGAIMANA BELAJAR AKTIF MEREVIEW PEMBELAJARAN (ACTIVE LEARNING)

     Bagaimana belajar aktif mereview Pembelajaran adalah salah satu cara paling meyakinkan untuk mengetahui apakah pembelajaran itu benar-benar tepat sesuai yang diharapkan adalah menyertakan waktu untuk meninjau kembali apa yang telah dipelajari. Materi yang telah ditinjau ulang oleh peserta didik akan disimpan lima kali lebih kuat daripada materi yang tidak ditinjau.
     Peninjauan kembali (review) memudahkan peserta didik menemukan cara-cara untuk menyimpan memory di dalam otaknya. Di samping membuat siswa menjadi aktif, strategi peninjauan kembali membantu peserta didik mengenang pengalaman belajar dan menghitung satu demi satu perolehan kekayaan pengalaman mengajar.
Strategi ini menantang peserta didik untuk mengingat kembali setiap topik pada unit pelajaran yang dipelajari. Proses ini menjadi cara terbaik mengawal peserta didik mengunjungi kembali pengalaman-pengalaman baru yang telah dilipat.
     Peninjauan kembali terhadap apa yang telah dikecap adalah proses perenungan untuk mengunci perolehan pembelajaran sebagai harta kekayaan belajar dan menghantarkan siswa mengatakan kata "goodbye" dengan tersenyum sebellum memasuki pokok bahasan baru.

Minggu, 24 Juli 2011

GAYA MENGAJAR YANG BAIK

Sebelum membahas tentang gaya mengajar yang baik, sejenak dan ada baiknya kita kembali ke masa dahulu sewaktu kita masih duduk di bangku sekolah.
Ayo...coba di ingat-ingat kembali ke masa sekolah kita dan jawablah pertanyaan berikut ini:

  1. Pelajaran apa yang paling kita sukai? Mengapa?
  2. Pelajaran apa yang kita tida sukai? Mengapa?
  3. Siapa guru Favorit kita? Mengapa?
  4. Siapa guru yang kita tidak sukai cara mengajarnya? Mengapa?
  5. Siapakah guru yang paling kita sukai cara mengajarnya? Mengapa?
  6. Pernahkah kita mengalami di mana kita tidak bisa mengerti apa yang diajarkan oleh guru kita? Mengapa?
  7. Pernahkah kita mengalami, pelajaran yang sama saat dibawakan oleh guru lain, kita sangat senang mengikutinya dan dapat mengerti dengan mudah?
Jikalau kita dapat mengingat dengan baik, akan sangat jelas bahwa peran guru dalam membawakan materi pelajaran sangat berpengaruh terhadap murid. Kita sering kali mendengar murid yang tidak tertarik mengikuti pelajaran karena merasa bosan dan mengantuk. Sebenarnya tidak ada pelajaran yang membosankan. Yang benar adalah GURU YANG MEMBOSANKAN karena tidak mengerti cara menyajikan materi dengan benar, baik, menyenangkan dan menarik minat serta perhatian murid.
Dulu, kita beranggapan bahwa murid itu ibaratnya sebuah wadah kosong yang dapat kita isi dengan apa saja yang kita inginkan, termasuk pengetahuan. Dulu kita berpikir, bila kita mengajar, murid akan belajar. Guru berpandangan kuno selalu berpikiran bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan materi, sedangkan tugas murid adalah mengerti apa yang ia sampaikan. Guru tipe ini tidak pernah merasa bertanggung jawab bila muridnya tidak mengerti apa yang ia sampaikan. Bila murid tidak mengerti, itu urusan mereka. Saat ini masih banyak guru yang bersikeras berpegang pada paradigma kuno ini. Satu hal yang perlu disampaikan kepada guru tipe ini adalah, bila kita bersikeras tidak mau tahu dan tidak mau bertanggu jawab terhadap proses dan hasil pembelajaran, disarankan agar JANGAN MENGAJAR. Murid cukup diberi buku sahaja. ada atau tidak ada guru sama sahaja.

Jumat, 22 Juli 2011

BAGAIMANA MEMBUAT PESERTA DIDIK AKTIF SEJAK DINI

     Hal yang paling penting dalam belajar adalah bagaimana membuat peserta didik aktif sejak awal. Jika tidak, maka akan terjadi resiko kebekuan dalam belajar. Sangatlah penting membuat kegiatan pembuka pelajaran agar peserta didik lebih mengenal, membangkitkan pikiran dan terpancing perhatiaannya terhadap mata pelajaran.
Pengalaman ini dapat dianggap sebagai "pembangkit selera" (appetizer). Pembangkit selera akan menggiring peserta didik pada sebuah rasa yang diminati. Pada saat pembelajran akan dimulai penting sekali mengurai tujuan-tujuan yang akan dicapai, walaupun pelajaran hanya terhadi dalam satu sesi, hendaknya tidak terabaikan tujuan-tujuan tersebut.
     Substansi pembangkit selera adalah membangun team (team building), penegasan, dan keterlibatan belajar seketika. Semua tujuan ini dipakai untuk mengembangkan lingkungan belajar yang melibatkan peserta didik, meransang kemampuan peserta didik untuk mengambil peran dalam pembelajaran aktif.
    Strategi pembuka pelajaran adalah strategi pemecah kebekuan (icebreaker) yang memiliki relevansi aktif terhadap mata pelajaran. Strategi ini adalah transisi yang memiliki hubungan erat antara peserta didik dengan mata pelajaran untuk keterlibatan sepenuhnya.

Kamis, 14 Juli 2011

AKIBAT OSPEK BAGI SEMUANYA

OSPEK memang sudah biasa kita dengar, ketika baru-baru masuk sekolah atau kuliah..akan tetapi akibat dari OSPEK siswi meninggal dunia, ini baru-baru kita dengar.
Di Tanggerang Banten baru-baru ini, siswi SMP yang bernama Amanda meninggal dunia akibat dari OSPEK tersebut. Memang kita maklumi, OSPEK tersebut perlu untuk dilakukan di setiap sekolah maupun kampus. akan tetapi, perlu kita pertimbangkan jika OSPEK tersebut hanyalah bersifat "balas dendam" dari Kakak Tingkat yang dilimpahkan kepada penghuni baru di sekolah maupun di kampus.
Ada baiknya untuk mengisi OSPEK (Pengenalan) tersebut, janganlah kekerasan/balas dendam yang dominan dari pada mendidik.
Jika OSPEK tersebut masih bersifat kekerasan, tunggu akibatnya nanti. tawuran, perkelahian antar warga dan lain-lain.

Sabtu, 18 Juni 2011

Pengertian tujuan pendidikan


Dilihat dari segi kebahasaan, kata tujuan berakar dari kata dasar “tuju” yang berarti arah atau jurusan. Tujuan berarti maksud atau sasaran (WJS. Poerwadarminta 1998: 18), atau dapat juga berarti sesuatu yang hendak dicapai (Ngalim Purwanto 1998: 18).
Adapun pengertian tujuan secara istilah ialah batas akhir yang dicita-citakan seseorang dan dijadikan pusat perhatiannya untuk dicapai melalui usaha (Hery Noer Aly 1995: 51). Dengan demikian, secara sederhana yang dimaksud dengan tujuan pendidikan ialah batas akhir yang dicita-citakan akan tercapai melalui suatu usaha.
Pengertian tujuan pendidikan secara lebih luas dikemukakan oleh Syaibany (1979: 39). Menurutnya, yang dimaksud dengan tujuan pendidikan ialah perubahan yang diinginkan yang diusahakan oleh proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan alam sekitar tempat individu itu hidup, atau pada proses pendidikan dan pengajaran, sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai professi di antara professi-profesi asasi dalam masyarakat.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan ialah hasil akhir yang diinginkan atau yang ingin dicapai melalui proses pendidikan

Jumat, 27 Mei 2011

PENGERTIAN/ DEFINISI PENDIDIKAN

Menurut Bahasa

Kata pendidikan yang ada dalam bahasa Inggris “education” diambil dari kata Arab “tarbiyah”. Di dalam masyarakat Islam ditemukan beberapa istilah dari bahasa Arab yang berkaitan konsep pendidikan yaitu tarbiyah, ta’lim dan ta’dib. Dalam leksikologi al-Qur’an tidak ditemukan istilah tarbiyah, tetapi ada istilah yang senada dengan istilah tarbiyah yaitu ar-rabba, rabbayani, nurabbi, ribbiyun, rabbani. (lihat hal 128 dalam buku Muhaimin dan Abdul Mudjid. 1991. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya).

Tarbiyah berasal dari tiga akar kata. Pertama, kata raba-yarba yang berarti bertambah dan tumbuh. Kedua kata, rabiyu-yarba yang berarti tumbuh dan berkembang. Ketiga kata, rabba yarubbu yang berarti memperbaiki, menguasai, memimpin, menjaga, dan memelihara. (lihat hal 19 dalam buku Ahmad Tafsir. 1993. Filsafat Umum. Bandung: Remaja Rosdakarya. Lihat juga hal 4 dalam buku Hary Noer tahun 1999)

Menurut Istilah

Soegarda Purbakawatja mengatakan “pendidikan mencakup segala perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan serta keterampilan kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama sebaik-baiknya. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan. Karenanya jika corak penghidupan itu berubah, maka corak pendidikannya akan berubah pula, agar anak siap memasuki lapangan pendidikan itu. (lihat hal 11 dalam buku Soegarda Purbakawatja, tahun 1970).

Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (lihat hal 232 dalam Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka).

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab I pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. (lihat hal 2 dalam -Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2004. Surabaya: Karina).

Pendidikan adalah “Bimbingan atau terdidik menuju terbentuknya kepribadian hidup yang utama”. (lihat hal 19 dalam Buku Ahmad D. Marimba. 1989. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: PT. al-Ma’rif)

Pendidikan adalah “ pengembangan pribadi dalam semua aspeknya, yang mencakup pendidikan oleh diri sendiri, pendidikan oleh lingkungan, dan pendidikan oleh orang lain (guru), mencakup aspek jasmani, rohani dan hati. (lihat hal 26 dalam buku Ahmad Tafsir. 1991. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosda Karya).

Kehidupan adalah pendidikan, dan pendidikan adalah kehidupan (life is education and education is life). (lihat hal 8 dalam buku Samsul Nizar. 2001. Dasar-Dasar Pemikiran Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama)

Senin, 16 Mei 2011

PENGERTIAN/ DEFINISI FILSAFAT

Filsafat Menurut Bahasa


Menurut al-Farabi, kata falsafah atau filsafat itu diadopsi dari bahasa Yunani yang masuk dan digunakan sebagai bahasa Arab. Yaitu berasal dari kata “philosophia”. Philo berarti cinta dan Sophia berarti hikmah. Jadi, philosophia berarti cinta hikmah atau cinta kebenaran. (lihat dalam buku Purwanto, dkk. 1991. Seluk Beluk Filsafat Islam. Bandung: Remaja Rosda Karya)

Filsafat berasal dari kata Yunani “phalien” berarti “cinta” dan “shopos” berarti “hikmah”. Jadi, cinta pada himah (lihat hal 3 dalam buku Zuhairini, dkk. 1995. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara)

“philos” berarti cinta” dan “shopia” berarti “kebenaran”. Jadi, cinta akan kebenaran. (lihat dalam buku Hassan Shadily tahun 1980).


Filsafat Menurut Istilah

Al-Kindi (796-873) mengatakan filsafat adalah sesuatu pengetahuan yang dibagi atas tiga lapangan pembahasan yaitu ilmu fisika (tingkat rendah), ilmu matematika (tingkat menengah) dan ilmu ketuhanan (tingkat tertinggi). (lihat hal 1 buku Hasan Langgulung).

Plato (472-342 SM) mengatakan bahwa filsafat itu tidak lain dari pengetahuan tentang segala benda. (lihat hal 16 dalam buku Takdir Ali Syahbana tahun 1957).

Al-Farabi (950 M) mengatakan filsafat itu tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. (lihat hal 10 dalam buku Abu Bakar Aceh. 1970. Sejarah Filsafat Islam. Semarang: CV. Ramadhoni).

Sidi Gazalba mengatakan filsafat adalah berfikir secara mendalam, sitematik, radikal dan universal dalam rangka mencari kebenaran inti atau hakikat mengenai segala sesuatu yang ada (lihat hal 15 dalam buku Sidi Gazalba. 1967. Sistematika Filsafat. Jakarta: Bulan Bintang).

Imanuel Kant (1724-1804) mengatakan bahwa filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan:
1. Apakah yang diketahui? Dijawab oleh metafisika
2. Apa yang boleh dikerjakan? Dijawab oleh etika
3. Sampai dimanakah pengharapan kita? Dijawab oleh agama
4. Apakah yang dinamakan manusia? Dijawab oleh antropologi
(lihat hal 16 dalam buku Abu Hanifah. 1950)

Jujun S. Suriasumantri mengatakan:
  1. Filsafat adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah yang tidak bisa dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa, karena masalah tersebut di luar atau di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
  2. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan aksi budinya untuk memahami (mendalami dan menyelami) secara radikal, integral, sistematis hakikat sesuatu yang ada:
  • Hakikat Tuhan
  • Hakikat alam semesta
  • Hakikat manusia serta sikap manusia termasuk sebagai konsekuensi dari paham (pemahamannya) tersebut.
(lihat hal 85 dalam buku Jujun S. Suriasumantri. 1987)

Senin, 02 Mei 2011

ISTIQAMAH

stain pontianak
Setiap muslim yang telah berikrar bahwa Allah Rabbnya, Islam agamanya dan Muhammad rasulnya, harus senantiasa memahami arti ikrar ini dan mampu merealisasikan nilai-nilainya dalam realitas kehidupannya. Setiap dimensi kehidupannya harus terwarnai dengan nilai-nilai tersebut baik dalam kondisi aman maupun terancam.

Namun dalam realitas kehidupan dan fenomena umat, kita menyadari bahwa tidak setiap orang yang memiliki pemahaman yang baik tentang Islam mampu mengimplementasikan dalam seluruh sisi-sisi kehidupannya. Dan orang yang mampu mengimplementasikannya belum tentu Rata Penuhbisa bertahan sesuai yang diharapkan Islam, yaitu komitmen dan istiqomah dalam memegang ajarannya dalam sepanjang perjalanan hidupnya.

Maka istiqomah dalam memegang tali Islam merupakan kewajiban asasi dan sebuah keniscayaan bagi hamba-hamba Allah yang menginginkan husnul khatimah dan harapan-harapan surgaNya. Rasulullah saw bersabda:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqamah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga kamu Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerah-Nya.” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah).

Istiqamah bukan hanya diperintahkan kepada manusia biasa saja, akan tetapi istiqamah ini juga diperintahkan kepada manusia-manusia besar sepanjang sejarah peradaban dunia, yaitu para Nabi dan Rasul. Perhatikan ayat berikut ini;

“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Q.S. Hud:112)

Definisi Istiqamah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqamah dari kata “qaama” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.

Secara terminologi, istiqamah bisa diartikan dengan beberapa pengertian berikut ini;

Abu Bakar As-Shiddiq ra ketika ditanya tentang istiqamah ia menjawab bahwa istiqamah adalah kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapa pun).

Umar bin Khattab ra berkata, “Istiqamah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipuan musang”.

Utsman bin Affan ra berkata, “Istiqamah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah Taala”

Ali bin Abu Thalib ra berkata, “Istiqamah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban”.

Al-Hasan berkata, “Istiqamah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan”.

Mujahid berkata, “Istiqamah adalah komitmen terhadap syahadat tauhid sampai bertemu dengan Allah Taala”.

Ibnu Taimiah berkata, “Mereka beristiqamah dalam mencintai dan beribadah kepada-Nya tanpa menoleh kiri kanan”.

Jadi muslim yang beristiqamah adalah muslim yang selalu mempertahankan keimanan dan akidahnya dalam situasi dan kondisi apapun.

Ia bak batu karang yang tegar menghadapi gempuran ombak-ombak yang datang silih berganti. Ia tidak mudah loyo atau mengalami futur dan degradasi dalam perjalanan dakwah.

Ia senantiasa sabar dalam menghadapi seluruh godaan dalam medan dakwah yang diembannya. Meskipun tahapan dakwah dan tokoh sentralnya mengalami perubahan. Itulah manusia muslim yang sesungguhnya, selalu istiqamah dalam sepanjang jalan dan di seluruh tahapan-tahapan dakwah.


Dalil-Dalil Dan Dasar Istiqomah

Dalam Alquran dan Sunnah Rasulullah saw banyak sekali ayat dan hadits yang berkaitan dengan masalah istiqamah di antaranya adalah;
“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS 11:112).

Ayat ini mengisyaratkan kepada kita bahwa Rasullah dan orang-orang yang bertaubat bersamanya harus beristiqomah sebagaimana yang telah diperintahkan. Istiqomah dalam mabda (dasar atau awal pemberangkatan), minhaj dan hadaf (tujuan) yang digariskan dan tidak boleh menyimpang dari perintah-perintah ilahiah.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 41: 30-32).

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS 46:13-14)

Empat ayat di atas menggambarkan urgensi istiqamah setelah beriman dan pahala besar yang dijanjikan Allah SWT seperti hilangnya rasa takut, sirnanya kesedihan dan surga bagi hamba-hamba Allah yang senantiasa memperjuangkan nilai-nilai keimanan dalam setiap kondisi atau situasi apapun. Hal ini juga dikuatkan beberapa hadits nabi di bawah ini;
“Aku berkata, “Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak akan bertanya kepada seorang pun selain engkau. Beliau bersabda, “Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah (jangan menyimpang).” (HR Muslim dari Sufyan bin Abdullah)

“Rasulullah saw bersabda, “Berlaku moderatlah dan beristiqomah, ketahuilah sesungguhnya tidak ada seorangpun dari kalian yang selamat dengan amalnya. Mereka bertanya, “Dan juga Anda Ya … Rasulullah, Beliau bersabda, “Dan juga aku (tidak selamat juga) hanya saja Allah swt telah meliputiku dengan rahmat dan anugerahNya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)
Selain ayat-ayat dan beberapa hadits di atas, ada beberapa pernyataan ulama tentang urgensi istiqamah sebagaimana berikut;
Sebagian orang-orang arif berkata, “Jadilah kamu orang yang memiliki istiqomah, tidak menjadi orang yang mencari karomah. Karena sesungguhnya dirimu bergerak untuk mencari karomah sementara Robbmu menuntutmu untuk beristiqomah.”

Syekh Al-Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Sebesar-besar karomah adalah memegang istiqamah.”


Faktor-Faktor Yang Melahirkan Istiqomah

Ibnu Qayyim dalam “Madaarijus Salikiin” menjelaskan bahwa ada enam faktor yang mampu melahirkan istiqomah dalam jiwa seseorang sebagaimana berikut;

- Beramal dan melakukan optimalisasi

“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS 22:78)

- Berlaku moderat antara tindakan melampui batas dan menyia-nyiakan

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS 25:67)

Dari Abdullah bin Amru, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami kefuturan (keloyoan). Maka barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada sunnahku, maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka”(HR Imam Ahmad dari sahabat Anshar)

- Tidak melampui batas yang telah digariskan ilmu pengetahuannya

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung jawaban.” (QS 17:36)

- Tidak menyandarkan pada faktor kontemporal, melainkan bersandar pada sesuatu yang jelas

- Ikhlas

“Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS 98:5)

- Mengikuti Sunnah

Rasulullah saw bersabda, “Siapa diantara kalian yang masih hidup sesudahku maka dia pasti akan melihat perbedaan yang keras, maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para Khalifah Rasyidin (yang lurus), gigitlah ia dengan gigi taringmu.”(Abu Daud dari Al-Irbadl bin Sariah)

Imam Sufyan berkata, “Tidak diterima suatu perkataan kecuali bila ia disertai amal, dan tidaklah lurus perkataan dan amal kecuali dengan niat, dan tidaklah lurus perkataan, amal dan niat kecuali bila sesuai dengan sunnah.”

Dampak Positif Dan Buah Istiqomah

Manusia muslim yang beristiqomah dan yang selalu berkomitmen dengan nilai-nilai kebenaran Islam dalam seluruh aspek hidupnya akan merasakan dampaknya yang positif dan buahnya yang lezat sepanjang hidupnya. Adapun dampak dan buah istiqomah sebagai berikut;

- Keberanian (Syaja’ah)

Muslim yang selalu istiqomah dalam hidupnya ia akan memiliki keberanian yang luar biasa. Ia tidak akan gentar menghadapi segala rintangan dakwah. Ia tidak akan pernah menjadi seorang pengecut dan pengkhianat dalam hutan belantara perjuangan. Selain itu jugaberbeda dengan orang yang di dalam hatinya ada penyakit nifaq yang senantiasa menimbulkan kegamangan dalam melangkah dan kekuatiran serta ketakutan dalam menghadapi rintangan-rintangan dakwah.

Perhatikan firman Allah Taala dalam surat Al-Maidah ayat 52 di bawah ini;

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.”

Dan kita bisa melihat kembali keberanian para sahabat dan para kader dakwah dalam hal ini;
Ketika Rasulullah saw menawarkan pedang kepada para sahabat dalam perang Uhud, seketika Abu Dujanah berkata, “Aku yang akan memenuhi haknya, kemudian membawa pedang itu dan menebaskan ke kepala orang-orang musyrik.” (HR Muslim)

Pada saat seorang sahabat mendapat jawaban dari Rasulullah saw bahwasanya ia masuk surga kalau mati terbunuh dalam medan pertempuran, maka ia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya lagi seraya melempar kurma yang ada di genggamannya kemudian ia meluncur ke medan pertempuran dan akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan yaitu, syahadah (mati syahid). (Muttafaqun Alaih)

Rasulullah saw bersabda kepada Ali bin Abu Thalib setelah ia menerima bendera Islam dalam peperangan Khaibar sebagai berikut, “Jalanlah, jangan menoleh sehingga Allah SWT memberikan kemenangan kepada kamu.” Lantas Ali berjalan, kemudian berhenti sejenak dan tidak menoleh seraya bertanya dengan suara yang keras; “Ya Rasulullah atas dasar apa aku memerangi manusia?” Beliau bersabda, “Perangi mereka sampai bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah……” (HR Muslim)

Inilah gambaran keberanian para sahabat yang lahir dari keistiqomahannya yang harus diteladani oleh generasi-generasi penerus dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan Islam.

- Ithmi’nan (ketenangan)

Keimanan seorang muslim yang telah sampai pada tangga kesempurnaan akan melahirkan tsabat dan istiqomah dalam medan perjuangan. Tsabat dan istiqomah sendiri akan melahirkan ketenangan, kedamaian dan kebahagian. Meskipun ia melalui rintangan dakwah yang panjang, melewati jalan terjal perjuangan dan menapak tilas lika-liku belantara hutan perjuangan. Karena ia yakin bahwa inilah jalan yang pernah ditempuh oleh hamba-hamba Allah yang agung yaitu para Nabi, Rasul, generasi terbaik setelahnya dan generasi yang bertekad membawa obor estafet dakwahnya. Perhatikan firman Allah di bawah ini;

“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepadamusuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS 3:146)

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS 6:82)

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS 13:28)

- Tafa’ul (optimis)

Keistiqomahan yang dimiliki seorang muslim juga melahirkan sikap optimis. Ia jauh dari sikap pesimis dalam menjalani dan mengarungi lautan kehidupan. Ia senantiasa tidak pernah merasa lelah dan gelisah yang akhirnya melahirkan frustasi dalam menjalani kehidupannya. Kefuturan yang mencoba mengusik jiwa, kegalauan yang ingin mencabik jiwa mutmainnahnya dan kegelisahan yang menghantui benaknya akan terobati dengan keyakinannya kepada kehendak dan putusan-putusan ilahiah. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan oleh beberapa ayat di bawah ini;

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.

Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 57:22-23)

“Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(QS 12: 87)
Ibrahim berkata, “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".(QS 15:56)

Maka dengan tiga buah istiqamah ini, seorang muslim akan selalu mendapatkan kemenangan dan merasakan kebahagiaan, baik yang ada di dunia maupun yang dijanjikan nanti di akherat kelak. Perhatikan ayat di bawah ini;

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS 41:30-32)

Insyaallah Kita Nantinya akan bisa Istiqamah

Jumat, 15 April 2011

Keutamaan Belajar

Mungkin banyak para fakar pendidikan yang memberikan keutaman tentang keutamaan belajar, baiklah disini saya akan memberikan beberapa keutamaan belajar:
- Dimudahkan jalan ke surga
- Disukai para malaikat
- Seluruh penghuni langit dan bumi bahkan ikan-ikan di lautan memintakan ampun
- Seperti bulan purnama
- Menjadi pewaris Nabi

Minggu, 03 April 2011

Sebab Anak Bertindak Agresif

Pada dasarnya, bahwa tindakan agresif muncul akibat dari kesehatan kejiwaan.Oleh sebab itu kami memberikan solusi untuk orang tua khususnya serta pelajaran bagi yang ingin menjadi orang tua.

Pertama: Di antara sebab kesehatan ialah gangguan pada kelenjar tiroid - thyroid gland- akibat rembesan - secretion - yang berlebihan yang menyebabkan anak terpaksa melakukan gerakan secara tiba-tiba lalu bertindak agresif. ini harus diatasi oleh pakar.

Kedua: pertumbuhan fisik yang drastis yang menyebabkan anak anak merasa khawatir terhadap diri sendiri, sehingga menimbulkan kebimbangan
lalu bertindak agresif.

Ketiga: Sikap orang tua yang terlalu keras, sehingga melahirkan kecendrungan untuk membalas dendam. Lebih-lebih lagi jika kekerasan ini dilakukan oleh ayah atau ibu tiri.

Keempat: Jika seseorang mencela persaannya atau merendahkannya karena kegagalan, khususnya kegagalan akademik, maka anak akan cenderung bertindak agresif.

Kelima: Kehidupan yang tertekan tanpa pernah mendapatkan kesempatan untuk bebas dan melampiaskan kecendrungan yang sesuai melalui aktivitas fisik akan mengakibatkan munculnya tingkah laku agresif.

Keenam: Tidak mendapatkan kasih sayang orang tua dan tidak merasakan kehangatan cinta dan kasih sayang, yang seharusnya diperlukan oleh anak ketika usia pertumbuhan. Lebih-lebih pada zaman sekarang, di mana orang tua senantiasa sibuk dengan urusan mencari nafkah. Orang tua lebih cendrung menjamin nafkah untuk kelansungan hidup, sampai mereka merasa kelelahan, sehingga tidak mampu menampakan kasih sayang kepada anak-anak mereka. Inilah yang dapat menimbulkan sikap dan tindakan agresif.

Ketujuh
: Motivasi orang tua kepada anaknya untuk menggunakan kekuatan ketika mengambil haknya, merupakan motivasi yang meransang tindakan agresif.

Kedelapan: Sikap orang tua yang paling besar yang berkuasa terhadap adik-adiknya, menguasai barang mainan, dan merampasnya dengan cara kasar juga dapat menyebabkan adiknya bertindak agresif diwaktu yang akan datang.

Sabtu, 26 Maret 2011

DOWNLOAD SOAL-SOAL TEST CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009

Sekarang ini memang terasa sulit untuk mencari pekerjaan baik itu para sarjana-sarjana yang telah lulus studinya di Perguruan Tinggi (PT), apalagi yang tidak mengenyam Pendidikan Tinggi. Bagi yang sudah Sarjana, pastilah menginginkan pekerjaan yang layak untuk dirinya. Saat ini yang sangat dikejar-kejar para Sarjana adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang ada jaminan hari tua yaitu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Nah, bagi anda yang mempunyai kesempatan untuk mendaftar menjadi PNS, ada baiknya untuk mempelajari soal-soal yang nantinya akan di ujikan.
Silahkan download gratis di bawah ini soal-soal test CPNS (klik saja di link soal tersebut lalu akan masuk di Ziddu, lalu masukkan kodenya, setelah itu klik download):
  1. Soal Undang-Undang Amandemen 1945 CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  2. Soal Toefl CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  3. Soal Pengetahuan Umum CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  4. Soal Tata Negara CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  5. Soal Sejarah Nasional Indonesia CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  6. Soal Bahasa Indonesia CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  7. Soal Tata Negara Falsafah Ideologi CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  8. Soal Bahasa Inggris CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  9. Soal Falsafah Ideologi CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  10. Soal Kebijakan Pemerintah CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  11. Soal Tata Negara Bonus CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  12. Soal Pem-Kab CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  13. Soal Bahasa Indonesia Bonus CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009
  14. Soal Test Bakat Skolastik CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) 2009

MUDAH-MUDAHAN ALLAH MEMBERIKAN KEMUDAHAN UNTUK MENDAPATKAN REZEKI YANG HALAL BUAT KITA SEMUA..AMIIIN

Kamis, 17 Maret 2011

STORY OF PRAYING (SEJARAH SHALAT)

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutuskan oleh Allah SWT untuk membimbing manusia ke arah jalan kebenaran. Tidak seperti umat nabi-nabi yang lain, umat nabi Muhammad telah diperintahkan untuk mengerjakan solat 5 waktu setiap hari. Ini merupakan kelebihan dan anugerah Allah SWT terhadap umat nabi Muhammad dimana solat tersebut akan memberikan perlindungan ketika di hari pembalasan kelak. Berikut diterangkan asal-usul bagaimana setiap solat mula dikerjakan.

Subuh:
Manusia pertama yang mengerjakan solat subuh ialah Nabi Adam a.s. iaitu ketika baginda keluar dari syurga lalu diturunkan ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar subuh telah keluar, Nabi Adam a.s. pun bersembahyang dua rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur kerana baginda terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana siang telah menjelma.

Zohor:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s. iaitu tatkala Allah SWT telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s.. Seruan itu datang pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim sebanyak empat rakaat.
Rakaat pertama: Tanda bersyukur bagi penebusan.
Rakaat kedua: Tanda bersyukur kerana dibukakan dukacitanya dan juga anaknya.
Rakaat ketiga: Tanda bersyukur dan memohon akan keredhaan Allah SWT.
Rakaat keempat: Tanda bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.

Asar:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Asar ialah Nabi Yunus a.s. tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari perut ikan Nun. Ikan Nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai, sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah SWT daripada 4 kegelapan iaitu:
Rakaat pertama: Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua: Kelam dengan air laut.
Rakaat ketiga: Kelam dengan malam.
Rakaat keempat: Kelam dengan perut ikan Nun.

Maghrib:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Maghrib ialah Nabi Isa a.s. iaitu ketika baginda dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukur Nabi Isa, lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan tersebut iaitu:
Rakaat pertama: Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.
Rakaat kedua: Untuk menafikan tuduhan dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.Rakaat ketiga: Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah SWT semata-mata, tiada dua atau tiganya.

Isyak:
Manusia pertama yang mengerjakan solat Isyak ialah Nabi Musa a.s.. Pada ketika itu, Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah SWT menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir. Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.
Rakaat pertama: Tanda dukacita terhadap isterinya.
Rakaat kedua: Tanda dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.
Rakaat ketiga: Tanda dukacita terhadap Firaun.
Rakaat keempat: Tanda dukacita terhadap anak Firaun

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
            BUKU PANDUAN MENJADI TEKNISI HANDPHONE
           Klik Di Sini
  • Masukkan Blog/ Web Anda Di sini Kemudian Komentar di Menu Blogger Sahabat

    Share

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More